Keindahan Tanah Lot di Pulau Bali

Pulau Bali merupakan sebuah pulau di Indonesia yang menjadi salah satu pulau dengan wisatawan tebanyak. Tentunya hal ini tak lepas dari berbagai obyek wisata menarik yang dapat ditemukan di pulau ini, salah satunya adalah obyek wisata Tanah Lot. Tanah Lot adalah salah satu obyek wisata terkenal di pulau Bali yang wajib dikunjungi. Obyek wisata ini terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jarak yang harus ditempuh dari Kota Tabanan adalah sekitar 13 km ke arah barat. Jika dari Bandar udara Ngurah Rai dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dengan kendaraan bermotor jika tidak terjadi kemacetan.

Pura tanah lot
Pura Tanah Lot, sumber: www.putubalitourguide.com
Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot, sumber: balitripadventure.com

Salah satu obyek yang terkenal di Tanah Lot adalah Pura Tanah Lot. Pura ini dibangun pada dua tempat yang berbeda. Satu terletak di atas bongkahan batu besar, dan satunya lagi terletak di atas tebing yang menjorok ke laut mirip dengan Pura Uluwatu. Tebing inilah yang menghubungkan pura dengan daratan dan bentuknya melengkung seperti jembatan.

Pura Tanah Lot merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat di Pulau Bali. Pura Kahyangan jagat adalah pura yang digunakan sebagai tempat memuja dewa penjaga laut. Pura Tanah Lot akan terlihat jelas ketika air laut pasang. Di bawah pura terdapat goa kecil yang didalamnya terdapat beberapa ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan dan berwarna abu atau putih gelap berbelang hitam.

Ular pura tanah lot
Ular Pura Tanah Lot, sumber: www.wisatabaliutara.com

Menurut cerita masyarakatnya ular laut tersebut adalah jelmaan dari selendang pendiri pura Tanah Lot, yaitu Danghyang Nirartha. Danghyang Nirartha adalah seorang Brahmana dari Jawa yang mengembara ke Bali. Konon ular-ular yang berada di gua merupakan utusan Danghyang Nirartha untuk menjaga pura Tanah Lot, karena pada saat itu penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya. Rasa iri tersebut timbul akibat para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha-pun menyanggupi perintah Bendesa Beraben, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana.

Pura Tanah lot selama ini masih terganggu oleh abrasi dan pengikisan akibat ombak dan angin. Oleh sebab itu, Pemerintah Bali mengadakan suatu proyek pengamanan daerah pantai Bali dengan melakukan pemasangan tetrapod sebagai pemecah gelombang dan memperkuat tebing di sekeliling pura yang berupa karang buatan. Selain pemasangan tetrapod dan memperkuat tebing Pemerintah Bali melakukan penataan di sekitar Tanah Lot, karena mengingat peran Tanah lot sebagai salah satu tujuan wisata di Pulau Bali.

Renovasi pertama dilakukan sejak tahun 1987 sebagai proyek perlindungan tahap I. Pada tahap ini, pemecah gelombang atau tetrapod seberat dua ton diletakkan di depan Pura Tanah Lot. Selain itu, bantaran beton serta dinding buatan juga dibangun sebagai pelindung hantaman gelombang air laut. Namun, peletakan tetrapod yang bertujuan untuk memecah gelombang air laut ternyata mengganggu keindahan dan keasrian alam di sekitarnya sehingga diadakan studi kelayakan dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat pada tahun 1989. Desain bangunan pemecah gelombang di bawah permukaan air dan pembuatan karang buatan dibuat pada tahun 1992 dan diperbaharui lagi pada tahun 1998. Perlindungan pura mulai dilaksanakan pada Juni 2000 dan selesai pada Februari 2003 melalui dana bantuan pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar Rp 95 miliar. Pekerjaan yang dikerjakan meliputi bangunan Wantilan, Pewaregan, Paebatan, Candi Bentar, penataan area parkir, serta penataan jalan dan taman di kawasan tanah lot.

Sunset di Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot, sumber: paketliburanbali.com
Sunset di Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot, sumber: teddybalitour.com

Jika ingin menikmati keindahan Tanah Lot lebih lama tak usah khawatir, karena disepanjang jalan menuju tempat wisata Tanah Lot banyak ditemukan penginapan. Mulai dari penginapan sederhana, hingga villa dan hotel berbintang. Tempat wisata di Bali ini, sangat ramai dikunjungi wisatawan pada sore hari. Pemandangan indah pantai dan matahari terbenam dapat dinikmati sekitar pukul 6 sore. Beberapa hotel yang dekat dengan pantai di sekitar tempat wisata Tanah Lot di malam hari mempunyai acara yang menarik yaitu dengan menggelar pertunjukan tari Kecak, sunset dinner, dan pesta pernikahan. Tempat wisata ini, juga sering menjadi salah satu lokasi foto pre wedding di pulau Bali bagi wisatawan yang memilih pulau Bali sebagai lokasi favorit untuk menambah koleksi momen-momen istimewa di hari pernikahan.