Lebih Dekat Dengan Taman Nasional Gunung Leuser

66

Taman Nasional Gunung Leuser adalah sebuah hutan yang telah ditetapkan pada tahun 1980 oleh pemerintah Indonesia sebagai wisata cagar alam. Wisata ini juga merupakan salah satu dari paru – paru dunia dan sejak tahun 2004 sudah terdaftar di UNESCO sebagai salah satu tempat yang dijadikan situs warisan dunia (Cagar Biosfir). Taman Nasional Gunung Leuser terletak di ketinggian 3404 meter diatas permukaan laut. Suhu udara di taman nasional ini berkisar 21°C – 28°C. Taman Nasional Gunung Leuser berdiri diatas lahan seluas 1.094.692 hektar. Tempat ini merupakan salah satu taman nasional yang pernah dikunjungi oleh salah satu aktor  hollywood yang bernama Leonardo Dicaprio.

Pintu masuk Taman Nasional Gunung Leuser
Pintu masuk Taman Nasional Gunung Leuser, sumber: travel.detik.com

Apabila Anda mengunjungi tempat wisata ini, Anda dapat menyaksikan berbagai macam keindahan alam yaitu mulai dari pantai, gunung, sungai, danau, dan juga terdapat sumber air panas. Disamping itu Anda juga bisa menyaksikan kehidupan barbagai macam satwa dan fauna yang semuanya adalah tergolong satwa dan fauna langka dan dilindungi. Beberapa contoh satwa langka yang bisa anda temui disini seperti kucing hutan, orang hutan, harimau Sumatera, siamang, ular, rangkong, kupu – kupu, burung, badak Sumatera, gajah Sumatera, rusa sambar, dan kambing hutan. sedangkan untuk fauna seperti bunga raflesia, bunga raksasa “Rhizanthes  zippelnii” dan payung raksasa. Tidak hanya itu Taman Nasional ini juga menyimpan kekayaan buah – buahan tropis seperti durian, rambutan, mangga, jeruk, alpukat, jambu biji, dan juga papaya.

Siamang
Salah satu Siamang yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser, sumber: www.triptrus.com
Badak Sumatera
Badak Sumatera yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser, sumber: www.pedomanwisata.com
Orangutan
Orangutan yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser, sumber: www.triptrus.com

Sekitar tahun 1920, seorang peneliti yang juga merupakan ahli geologi Belanda yang bernama F.C. Van Heurn diberikan izin untuk melakukan penelitian dan juga mengeksplorasi kekayaan alam minyak dan mineral di Aceh oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Selama penelitian dia tidak menemukan kandungan mineral yang besar, tetapi dia banyak bertemu dengan pemuka – pemuka adat yang ada di daerah tersebut. Pemuka – pemuka adat setempat menginginkan agar Pemerintah Kolonial Belanda mempedulikan ekosistem yang ada di Gunung Leuser. Keinginan tersebut disampaikan Van Heurn kepada Pemerintah Kolonial Belanda, kemudian dia berdiskusi dan mengajak pemuka – pemuka adat untuk mendesak Pemerintah Kolonial Belanda agar dapat memberikan status gunung Leuser menjadi  kawasan konservasi.

Keinginan dari masyarakat setempat akhirnya dapat terealisasi pada tanggal 6 Februari 1934. Hal ini dapat terealisasi akibat adanya pertemuan Tapaktuan yang menghasilkan sebuah deklarasi yang diberi nama ” Deklarasi Tapaktuan “. Setelah pertemuan itu tepatnya pada 3 Juli 1934 dibentuk Suaka Alam Gunung Leuser yang memiliki luas 142.800 hektar, kemudian setelah itu berkembang menjadi Suaka margasatwa Kluet, Suaka Alam Langkat Selatan, Suaka Alam Langkat Barat, dan Suaka Alam Sekundur.

Pemandangan hijau Taman Nasional Gunung Leuser
Pemandangan hijau Taman Nasional Gunung Leuser, sumber: helloacehku.com

Kemudian pada masa Pemerintahan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1976 dibentuklah Suaka Margasatwa Kappi yang terletak di Aceh Tenggara dengan luas 150.000 hektar. Lalu setelah itu diikuti dengan dibentuknya Balai Pelestarian Alam Gunung Leuser. Selang beberapa tahun tepatnya pada tanggal 6 Maret 1980 diresmikanlah keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Untuk dapat menuju ke Taman Nasional Gunung Leuser sangatlah mudah. Apabila Anda berasal dari luar sumatra Anda bisa menggunakan transportasi pesawat dan transit di Medan. Setelah sampai di Medan Anda dapat mencari transportasi Bus di terminal Pinang Baris untuk menuju Bukit Lawang – Sumatra Utara. Di Bukit Lawang inilah Anda akan memulai menyusuri keindahan Taman Nasional Gunung Leuser. Apabila Anda membutuhkan akomodasi penginapan di Bukit Lawang banyak terdapat penginapan yang bisa Anda sewa yang harganya juga tidak terlalu mahal. Beberapa penginapan yang bisa Anda sewa antara lain Jungle Inn, Jungle Tribe, Hostel Indra Inn, Bukit Lawang Cottages, Wisma Bukit Lawang Indah, Nora’s Homestay, dan masih banyak lagi penginapan – penginapan lainnya.

Taman Nasional Gunung Leuser Aceh
Salah satu sungai yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser, sumber: www.penabiru.com

Kegiatan yang biasa dilakukan oleh pengunjung Taman Nasional Gunung Leuser adalah Hiking dengan menyusuri tempat – tempat yang tentunya masih alami di Gunung Leuser, jadi sangat disarankan untuk menyiapkan perlengkapan sebelum Anda berkunjung ke tempat ini. Banyak sekali pelajaran tentang alam yang dapat Anda peroleh di Gunung Leuser, karena disini nanti Anda akan banyak menemukan berbagai macam satwa dan fauna, Anda juga akan menemukan jenis monyet dengan rambut bergaya Mohawk yang bisa Anda beri makan secara langsung.

Gajah sumatera
Mengelilingi Taman Nasional Gunung Leuser menggunakan Gajah Sumatera, sumber: travel.detik.com

Tidak hanya itu di Gunung Leuser juga terdapat Gua Kelelawar, bentangan kebun karet, keindahan sawah yang semuanya dapat Anda kunjungi. Kemudian apabila Anda mengunjungi Desa Ketambe, Anda akan dapat merasakan sensasi meluncur dengan menggunakan ban di sungai Alas. Di sekitar desa banyak sekali yang menyewakan Ban, jadi Anda tidak perlu khawatir tidak mendapatkan ban.

Kegiatan yang paling menantang di Gunung Leuser adalah pendakian ke Puncak Leuser, biasanya para pendaki akan memulainya di Desa Angasan yang merupakan titik awal pendakian ke Puncak Gunung Leuser. Waktu untuk menempuh pendakian biasanya antara 10 – 14 hari perjalanan, jadi persiapan harus benar – benar matang sebelum pendakian.

Untuk kuliner yang ada di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser adalah kuliner khas dari Aceh seperti Mie Aceh, Sate Matang, Rujak Aceh, dan lain – lain. Selain itu juga banyak ditemukan berbagai masakan Padang. Untuk mengunjungi Gunung Leuser dibutuhkan beberapa persiapan, agar perjalanan Anda akan menyenangkan dan tentunya tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Berikut ini tips yang perlu Anda perhatikan jika mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser:

  1. Memilih Waktu Yang Tepat

Waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah pada bulan Juni hingga Oktober. Dimana pada bulan tersebut kondisi cuaca sangat mendukung karena pada bulan tersebut merupakan musim kemarau. Apabila anda mengunjungi tempat ini pada musim penghujan dikhawatirkan Anda akan tertahan ditempat – tempat yang ada di Gunung Leuser karena aliran sungai yang deras sehingga Anda tidak dapat melintas untuk dapat menikmati seluruh keindahan yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser.

  1. Mengubungi LPT Pusat Pengunjung Kawasan Ekowisata.

Daftarkan diri Anda ke LPT Pusat Pengunjung Kawasan Ekowisata agar nantinya data pengunjung bisa tercover, sehingga apabila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan bisa langsung terdeteksi dan ditangani.

  1. Menggunakan Pemandu Lokal.

Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan kawasan hutan liar, dimana bagi Anda yang baru mengunjungi tempat ini akan kesulitan untuk menentukan rute perjalanan yang akan diambil. jadi disarankan untuk Anda menggunakan Pemandu lokal untuk bisa mengantar Anda menikmati keindahan alam Gunung Leuser.

  1. Mempersiapkan Perlengkapan Pribadi dan Obat – Obatan.

Perlengkapan pribadi yang dimaksud diantaranya tas anti air, tas harian kecil, ransel besar, sleeping bag, senter, teropong, tenda, baju hangat, kaos kaki, sepatu bot ringan, perlengkapan masak dan bahan makanan. Untuk obat – obatan Anda bisa membawa obat anti diare, pil malaria, obat anti flu obat, pembasmi serangga, krim sunblock, antibiotik, garam dehidrasi, vaksinasi tetanus dan lain – lain.