Hanoi Kota Penuh Sejarah

92

Hanoi adalah ibukota negara Vietnam dan merupakan sebuah kota yang eksotis, tidak menampilkan kemewahan, dan Anda akan mendapati suasana “desa” atau “kampung” di kota tersebut.  Selain itu, Hanoi adalah sebuah destinasi wisata di Negara Vietnam yang sarat dengan nilai sejarah. Justru hal inilah yang menjadi sebuah daya tarik pariwisata bagi para pelancong dan menempatkan kota Hanoi sebagai salah satu kota destinasi wisata di Vietnam yang populer.

Hanoi
Suasana Kota Hanoi, sumber: www.beautyscenery.com

Rata – rata para wisatawan asal Indonesia yang datang ke Vietnam adalah sebanyak 5000 orang per bulan, atau sekitar 70 ribu orang Indonesia dalam setahun. Perjalanan ke Vietnam ini didominasi dengan tujuan wisata, ditambah dengan urusan lainnya seperti bisnis dan mengunjungi kerabat. Berdasarkan situs resmi Kepariwisataan Pemerintah Vietnam, negara Vietnam menerima kunjungan dari seluruh dunia sebanyak paling sedikit 500.000 per bulan atau sekitar 7 juta setiap tahunnya.

Pasar Hanoi
Suasana salah satu pasar yang ada di Kota Hanoi, sumber: www.telegraph.co.uk
kota hanoi
Beberapa bangunan – bangunan yang menjulang tinggi di Kota Hanoi Vietnam, sumber: www.pinterest.com

Menjadikan Hanoi sebagai destinasi wisata Anda tidaklah sia – sia, mengapa demikian? Karena Anda dapat memperoleh pengalaman wisata ke sebuah kota dengan kepribadiannya yang masih natural. Pusat kota Hanoi terhimpun dari sejumlah daerah yang tersusun dengan kompak. Salah satu distrik yang terkenal adalah Distrik Hoan Kiem. Distrik ini dibatasi tanggul Sungai Merah di sebelah timur, jalur rel di sebelah utara dan barat, dan batas selatannya ditandai dengan jalan Nguyen Du, Le Van Huu, dan Han Thuyen. Nama distrik ini mengambil nama dari sebuah danau yang kini menjadi sebuah identitas Vietnam, yakni Danau Hoan Kiem.

Danau Hoan Kiem
Suasana Danau Hoan Kiem yang dipenuhi lampion – lampion di malam hari, sumber: www.hanoipartybackpackerhostel.com
HANOI VIETNAM
Sisi romantis Kota Hanoi, sumber: www.hanoiweather.info

Di masa lampau tatkala tentara China di bawah Kekaisaran Tang menyerang Vietnam pada abad ke-7 mereka mendirikan benteng Red River sebagai ibukota protektorat. Tiga abad kemudian, pemberontakan warga berhasil mengusir tentara China tersebut dari Vietnam. Hingga tahun 1010 benteng tersebut ditinggalkan begitu saja, akhirnya Raja Ly Thai To dianggap sebagai Bapak Pendiri Hanoi. Melihat potensi besar dari tempat tersebut, lalu Raja Ly Thai To mendirikan istananya di samping Sungai Merah. Sejak saat ini daerah tersebut dikenal sebagai “City of the Ascending Dragon”, yang menurut legenda merupakan daerah yang ditakdirkan untuk menjadi ibukota Negara. Dari sisi sejarah kota ini, hal tersebut menyebabkan tatanan kota Hanoi lebih mencerminkan arsitektural China.

Hanoi City
Kepadatan Kota Hanoi di siang hari, sumber: www.hanoiweather.info

Hanoi tidaklah sebesar dan semegah Ho Chi Minh City yang merupakan kota terbesar di Vietnam. Di kota Hanoi, Anda akan mendapati banyaknya pengendara sepeda motor yang mengisi jalan – jalan dalam aktivitas masyarakat kota tersebut, sebuah pemandangan yang kurang lebih sama dengan Jakarta. Di kota ini pula, Anda dapat menemukan berbagai jajanan kuliner yang banyak tersedia di setiap sudut kota.