Menelusuri Keindahan Alam Gunung Papandayan

Menelusuri Keindahan Alam Gunung Papandayan

By G-Traveler

Gunung Papandayan di Garut yang ada di provinsi Jawa Barat merupakan sebuah gunung yang memiliki ketinggian 2.622 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini yang terakhir meletus pada 11 November 2002 ini memiliki tipe letusan eksplosif dan letusan epusif. Walaupun memiliki 2 tipe letusan yang berbahaya, Gunung Papandayan ini merupakan salah satu pilihan tempat pendakian yang ada di Indonesia. Beberapa pendaki yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta sering mengunjungi gunung ini pada akhir pekan mengingat jalur pendakian yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.

Gunung Papandayan

Panorama indah yang disajikan Gunung Papandayan, sumber: www.penabiru.com

bunga edelweis

Indahnya taman bunga edelweis yang ada di Gunung Papandayan, sumber: www.penabiru.com

Beberapa jenis flora yang dapat para pendaki temukan di dalam kawasan gunung ini diantaranya Pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus ), dan Manglid (Magnolia sp ). Sedangkan fauna yang ada di kawasan Gunung Papandayan ini diantaranya Babi Hutan ( Sus vitatus), Trenggiling (Manis javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus ) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla ), dan Kutilang ( Pycononotus aurigaste), selain itu Gunung Papandayan mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, hutan Ericaceous dan terdapat beberapa kawah yang terkenal diantaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk.

Hutan Mati Gunung Papandayan

Indahnya suasana matahari terbenam di Hutan Mati Gunung Papandayan, sumber: rimpala-ipb.blogspot.com

Hutan Mati

Suasana Hutan Mati Gunung Papandayan, sumber: www.wisatagunung.com

Untuk mendaki Gunung Papandayan, Anda dapat menggunakan tips – tips pendakian Gunung Papandayan yang ada di bawah ini:

Transportasi

Saat berangkat dari Jakarta maupun Bandung juga sekitarnya, hal yang perlu diperhatikan adalah transportasi. Pendaki harus terlebih dahulu menuju Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung.

Jika tiba dini hari di Terminal Guntur Garut, pilihan yang dapat digunakan adalah angkutan kota berjenis minibus menuju pertigaan Pasar Cisurupan. Setelah itu, transportasi yang digunakan adalah mobil pikap. Angkutan kota maupun mobil pickup harus terlebih dahulu penuh sebelum pergi menuju titik – titik tersebut. Harga yang ditawarkan adalah Rp 20.000 per orang.

Untuk memasuki kawasan Gunung papandayan di hari libur, para pendaki harus merogoh kocek sebesar 65.000 rupiah per orang dengan rincian 30.000 rupiah untuk tiket masuk dan 35.000 rupiah untuk tiket berkemah. Harga itu belum termasuk tarif masuk kendaraan, tarif parkir kendaraan, dan tarif pemandu. Pendaki yang membawa kendaraan roda dua harus membayar 17.000 rupiah dan kendaraan roda 4 harus membayar sebesar 35.000 rupiah. Sedangkan pada hari biasa para pendaki harus membayar 55.000 rupiah dengan rincian 20.000 rupiah untuk tiket masuk dan 35.000 rupiah untuk tiket berkemah. Lalu biaya masuk kendaraan roda 2 dikenakan tarif sebesar 12.000 rupiah dan kendaraan roda 4 dikenakan tarif sebesar 25.000 rupiah.

Logistik pendakian

Makanan merupakan salah satu hal yang perlu disiapkan ketika mendaki gunung. Jika ingin mendaki Gunung Papandayan, pendaki bisa membeli bahan makanan di Pasar Cisurupan maupun beberapa took yang ada di dekat pasar.

Ketika mendaki gunung usahakan untuk tetap membeli makanan bergizi sebagai modal energi pendakian. Ketika beberapa makanan yang Anda bawa dirasa kurang, Anda dapat menambahnya di pos – pos pendakian, karena disana terdapat warung yang menawarkan makanan. Di warung – warung tersebut menyediakan makanan – makanan ringan seperti mie instan, kopi, teh, dan juga gorengan.

Pakai sepatu

Sandal gunung bisa menjadi alternatif alas kaki ketika mendaki gunung. Namun, lebih disarankan untuk menggunakan sepatu yang menutupi mata kaki agar kenyamanan dan keselamatan Anda lebih terjaga. Di awal pendakian Gunung Papandayan, medan yang ditemui adalah aneka ukuran bongkahan batu yang licin dan tajam. Selain itu, beberapa jalur berkontur tanah gembur. Penggunaan sepatu akan melindungi kaki dari ancaman tergores dan juga membantu mencengkeram tanah.

Gunakan masker

Gunung Papandayan adalah gunung yang masih aktif, sehingga masih memproduksi gas belerang yang berasal dari kawahnya. Saat memulai melintasi medan pendakian yakni Camp David menuju Puncak Kawah, terdapat gas belerang yang bisa terhirup. Sehingga bagi para pendaki dianjurkan untuk menggunakan masker yang terbuat dari kain atau yang biasa disebut buff.

Hindari berjalan di tengah kabut

Salah satu daya tarik Gunung Papandayan adalah berfoto di Hutan Mati. Disebut hutan mati karena pohon – pohon yang ada di daerah tersebut telah lama mati karena terkena letusan Gunung Papandayan. Tetapi, di tempat itulah kabut kerap turun dan menghalangi pandangan mata, sebaiknya hindari berjalan di tengah kabut saat berada di Hutan Mati karena akan membuat Anda kehilangan arah.

Mata Air

Ketika mendaki Gunung Papandayan, tak perlu khawatir kekurangan air bersih maupun air minum. Jika kekurangan air, pendaki bisa mengisi ulang di pos – pos pendakian seperti Pos Pundak Kawah, Pos Persimpangan Pondok Salada – Hoberhout, dan juga Pondok Salada. Para pendaki dapat mengisi persediaan air bersih dari beberapa sumber mata air yang ada. Selain itu, para pendaki juga dapat membeli air mineral di pos – pos tersebut.